Menjadi Indonesia sebuah pameran seni

Mon 24 Jul 2017

Posted by: fitri dewi

{file:alt_text}

Pameran terbuka untuk umum 17 - 27 Agustus 2017

Function Hall Plaza Indonesia Lantai 2

Jl. M.H. Thamrin No.28-30, Jakarta Pusat 10350

Pameran bertajuk Menjadi Indonesia di Plaza Indonesia ini dihasratkan untuk “menghadirkan Indonesia” melalui cara pandang dan imajinasi 45 orang perupa (terdiri atas 35 pelukis dan 10 pematung).  Para perupa ditantang, sekaligus menantang dirinya sendiri untuk mengambil posisi kritis, memilih sudut pandang yang sesuai dengan suara nuraninya, diolah, diimajinasikan, dan diwujudkan menjadi karya-karya yang, seperti sudah disebut sebelumnya, memiliki daya gugah bagi khalayak luas. Seperti halnya ketika orang-orang muda seperti Soekarno, Mohamad Hatta, Syahrir, Tan Malaka, pada sekitar tahun 1920-an sudah mengimajinasikan wujud Indonesia. Juga ketika para perupa seperti Mas Pirngadi, Wakidi, Kartono Yudokusumo, termasuk S. Sudjojono memandang dan mengabadikan Indonesia. Dengan demikian, seniman/perupa dengan kemampuan imajinasi dan kemampuan membentuk, dapat memberikan andil bagi Indonesia untuk menumbuhkan sensitivitas dan sikap kritis khalayak luas melalui karya seni rupa.

(Suwarno Wisetrotomo)

Seniman yang berpartisipasi :

Agung Sukendra, Akmal Jaya, Andrik Musfalri, Arie Kadarisman,Bambang Pramudiyanto, Basrizal Albara, Bayu Wardhana, Benny kampai, Budi Ubrux, Djoko Pekik, Dodik Irwandi, Dunadi, Diah Yulianti, Dyan Anggraini, Edo Plli, Erica Hestu Wahyuni, Feri E Candra (Buya), Hari Budiono. Heri Dono, Hojatul, Indi Haryadi, Ipong Purnomosidhi, Ivan Sagita, Joko Gundul, Joni Saputra, Katirin, Klowor Waldiyono, Komroden Haro, Laksmi Shitaresmi, Lugas Sylabus, Melodia Idris, Nasirun, Noor Ibrahim, Putu Sutawijaya, Ridi Winarno, Rismanto, Sanardi Adam, Sigit Santoso, Subroto SM, Taufik Ermas, Triana Nurmaria, Tri Suharyanto, Wayan Cahya, Widiantoro, Wiyono